Great Sand di siang terik: lantai pasir, dinding podium, dan tribun penuh penonton di bawah tenda linen. Cass dari samping, perisai bundar di lengan kiri, pedang daun di tangan kanan, menghadap lawan. Doran Hask dari samping, helm besi berjambul, tombak panjang mengarah ke Cass.

Arenwake

Satu lagi anak tambang untuk Ludus Kett, dan Saltara sudah menguap.

Saltara

Setiap distrik di Saltara punya arena sendiri. Di tengah kota ada Great Sand, dan orang tua bilang pasirnya menimbun dewa yang tidak pernah selesai dikubur. Empat sekolah berebut tempat di sana: Ferrin yang angkuh, Vey yang licin, Ashaar dari padang, dan Kett, yang menjemputmu dari tambang dengan rantai masih di kaki.

Penonton di sini ikut bertarung. Main berani, dan mereka melempar senjata ke pasir. Main lebih berani lagi, dan mereka memberimu nyawa kedua. Main aman? Mereka pulang sebelum kamu selesai.

Lorong petarung di bawah tribun Great Sand, dinding batu pasir dan lengkung terang ke arena.

Lorong ke Great Sand

Potret di dinding ini milik juara yang masih hidup. Kata Pell, pembawa acara, dindingnya jarang penuh lebih dari satu musim.

Doran Hask

Juara dua musim berturut-turut. Tombaknya panjang, sabarnya pendek, dan ia belum pernah mundur dua langkah sekaligus.

Mirren

Petarung jaring. Ia tidak pernah memukul duluan. Ia menunggu kamu salah langkah, lalu kakimu sudah terikat.

Tavi Orr

Datang dari padang dengan dua pedang lengkung. Penonton menyukainya karena ia selalu bertarung seperti sedang dikejar.

Harrow

Matanya tinggal satu, dan ia tetap melihat semua kesalahanmu. Kalimat favoritnya: bahu dulu, baru pedang.

Halaman latihan Ludus Kett: dinding bata lumpur retak, tiang latihan berlilit tali, palung air.

Petarung Ludus Kett

Cass

Dua belas tahun di tambang Vorr mengajari Cass satu hal: batu selalu memberi tanda sebelum runtuh. Lawan juga begitu. Ludus Kett tidak punya zirah bagus atau tabib. Yang mereka punya cuma Harrow, halaman berdebu, dan kamu.

  • Asal tambang Vorr, distrik selatan
  • Senjata awal pedang daun dan perisai bundar
  • Sekolah Ludus Kett, urutan terakhir dari empat
  • Lawan bernama 30 sampai Great Sand
Cass setengah badan, bahu kanan berpelindung perunggu, menatap ke kanan.
Doran Hask berdiri penuh di pasir, tombak setinggi pinggang.
Perisai lonjong Cass, dua pita perunggu membaginya menjadi atas, tengah, dan bawah.

Latihan di Great Sand

Baca Lawan

Jangan lihat tombaknya. Lihat bahu dan kakinya.

Tekan bagian perisai, atau 1, 2, 3: atas menangkis, tengah mengelak, bawah menyerang. Terlalu cepat?

Jalan Saltara di sela musim: rumah beratap datar, tenda pasar, dan dinding arena distrik di ujung jalan.

Saltara di sela musim

Saat arena tutup, kota terbuka. Kamu bebas keluar halaman Kett, berlatih dengan siapa saja yang mau, menantang petarung jalanan, dan mencari tahu kenapa Kett selalu kalah undian. Enam senjata bisa dipelajari: pedang daun, tombak, jaring dan trisula, kapak pendek, sepasang pedang lengkung, dan tinju berlilit kulit.

Papan kabar Great Sand

Dipaku Pell, pembawa acara. Dibaca siapa saja yang lewat.

  1. Daftar 30 lawan sudah dipaku

    Pell membacakannya dengan suara orang yang ingin tidur siang. Tiga nama sudah dicoret sebelum ia selesai.

  2. Ludus Vey memakai jaring baru

    Lebih berat, lebih lebar, dengan pemberat perunggu di tiap sudut. Mirren bilang jaring itu bukan untuk ikan.

  3. Kett menerima satu anak tambang

    Harrow menolak berkomentar. Harrow selalu menolak berkomentar. Anak itu sudah dua kali menjatuhkan tiang latihan.

Aturan Great Sand

Empat dokumen dari Sandglass Forge, ditulis sependek mungkin.

Trailer

Buka di YouTube

Aturan Great Sand